KARYA ILMIAH
EFEK
ROKOK BAGI KESEHATAN DI KALANGAN PELAJAR SMKN 1 SAGARANTEN
(Diajukan
untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran bahasa indonesia)
OLEH :
FITROH MUSAROPAH
HERA HERNAWATI
IKBAL
NURLELA
ROHANI
SMK
NEGRI 1 SAGARANTEN
Jl.raya
ci gadog km 2 sagaranten sukabumi 43181
Telp.(0266)341894
website:www.smkn1sagaranten.shc.id
Email:smkn1sagaranten@gmail.com
LEMBAR
PENGESAHAN
Karya
tulis ilmiah yang berjudul
“EFEK
ROKOK BAGI KESEHATAN DI KALANGAN
PELAJAR
SMKN 1 SAGARANTEN”
Disusun
oleh :
Kelompok
kelinci
Kelas
X1 Tkj 1
Mengetahui:
Guru mata pelajaran : penulis
:
Sketsa Dwi Putri, S.Pd. kelompok kelinci
Nip :
KATA
PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada
Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, berkah dan anugrah-nya sehingga karya tulis
ilmiah yang berjudul efek rokok bagi kesehatan di kalangan pelajar smkn 1
sagaranten, dapat di selesaikan tepat pada waktunya.
Tugas ini adalah
untuk memenuhi salah satu mata pelajaran bahasa indonesia. Penulis berharap
hasil tulisan ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi penulis umumnya bagi
pembaca karya tulis ilmiah ini.
Penulis
menyadari bahwa karya tulis ilmiah ini tidak akan tersusun dengan baik tanpa
adanya bantuan dari pihak-pihak terkait. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima
kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan karya ilmiah ini.
Sagaranten,
06 April 2014
Penulis
DAFTAR
ISI
Halaman judul............................................................................................ ......
Lembar pengesahan.................................................................................... ...... i
Kata pengantar.......................................................................................... ...... ii
Daptar isi................................................................................................... ...... iii
BAB I Pendahuluan.................................................................................. ...... 1
A.Latar Belakang Masalah................................................................... ...... 1
B.Perumusan Masalah.......................................................................... ...... 1
C.Tujuan Penulis................................................................................... ...... 1
BAB
II Landasan Teori............................................................................. ...... 2
A. Pengertian
Rokok............................................................................. ...... 2
B. Dampak dari
merokok...................................................................... 2
C. Faktor
penyebab
merokok................................................................ 4
D. Upaya
mengatasi kebiasaan merokok.............................................. ...... 4
BAB
III Pembahasan................................................................................ ...... 5
A.Rokok dan reaksi kimia(pembakaran).............................................. ...... 5
B.Rokok dan proses penguapan air dan
nikotin................................... ...... 5
C.Tar dan asap rokok............................................................................ ...... 6
D.Gas CO(karbon monoksida)............................................................. ...... 6
BAB
IV Penutup....................................................................................... .......7
A.Kesimpulan....................................................................................... .......7
B.Saran........................................................................................................7
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................8
BAB I
PENDAHULUAN
A.LATAR
BELAKANG
Sangat ironis memang diusia remaja sudah
mengonsumsi yang nama nya rokok, Padahal sebenarnya seorang pelajar belum boleh
merokok di kalangan sekolah, masyarakat atau kalangan yang lainnya. Karena hal
ini dapat berdampak buruk pada kesehatannya seperti menderita batuk hingga
kanker paru-paru. Populasi merokok pada usia dini sangatlah tinggi. Hal ini di
sebabkan karena kurangnya penyuluhan tentang bahaya rokok di kalangan sekolah
atau masyarakat, atau mungkin juga kurangnya kesadaran pada diri mereka
sehingga mereka tidak memperhatikan bahayanya dan juga nanti kedepanya.
Kami menyadari bahwa informasi tentang bahaya
rokok bagi kesehatan sangat penting untuk di ketahui oleh masyarakat luas,
khususnya para pelajar di SMKN 1 Sagaranten. Hal ini yang mendorong kami untuk
menyusun Karya Tulis Ilmiah ini tentang Bahaya Merokok. kami berharap, dengan
mengetahui informasi ini para pelajar dapat mengurungkan niatnya untuk
mengonsumsi rokok, atau bahkan berhenti merokok.
B. RUMUSAN
MASALAH
1. Apa dampak
merokok bagi kesehatan remaja ?
2. Apa faktor
penyebab perilaku merokok di kalangan remaja ?
3. Apa ciri-ciri
fisik yang menunjukkan seorang remaja merokok ?
C. TUJUAN
PENELITIAN
1.
Untuk
mengetahui dampak merokok bagi kesehatan remaja.
2.
Untuk
mengetahui faktor penyebab seorang remaja merokok.
3.
Untuk
mengetahui ciri-ciri fisik remaja yang merokok.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pengertian Rokok
Rokok adalah silinder dari kertas berukuran
panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter
sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar
pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat
mulut pada ujung lain. Ada dua jenis rokok, rokok yang berfilter dan tidak
berfilter. Filter pada rokok terbuat dari bahan busa serabut sintetis yang
berfungsi menyaring nikotin.
Manusia di
dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika,
untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika
bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu
ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa.
Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi
berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa
orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata.
Abad 17 para
pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk
negara-negara Islam. Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan
sugesti merasa lebih jantan.
B. Dampak dari merokok
Sebagaimana kita ketahui di dalam asap
sebatang rokok yang dihisap oleh perokok, tidak kurang dari 4000 zat kimia
beracun. Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas (85 persen)
dan partikel. Nikotin, gas karbonmonoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida,
amoniak, akrolein, asetilen, benzaldehid, urethan, benzen, methanol, kumarin, adalah
sebagian dari beribu – ribu zat di dalam rokok.
Jumlah kematian dan klaim perokok
Menurut penelitian Organisasi Kesehatan dunia (WHO), setiap satu jam, tembakau
rokok membunuh 560 orang diseluruh dunia. Kematian tersebut tidak terlepas dari
3800 zat kimia, yang sebagian besar merupakan racun dan karsinogen (zat pemicu
kanker), selain itu juga asap dari rokok memiliki benzopyrene yaitu
partikel-partikel karbon yang halus yang dihasilkan akibat pembakaran tidak
sempurna arang, minyak, kayu atau bahan bakar lainnya yang merupakan penyebab
langsung mutasi gen.
Sebenarnya yang paling berbahaya
diantara perokok pasif dan perokok aktif, perokok pasif lah yang berbahaya
sebab perokok pasif menghisap asap rokok yang paling banyak. Akibat negatif
dari rokok, sesungguhnya sudah mulai terasa pada waktu orang baru mulai
menghisap rokok. Dalam asap rokok yang membara karena diisap, tembakau terbakar
kurang sempurna sehingga menghasilkan CO (karbon mono oksida), yang disamping
asapnya sendiri, tar dan nikotine (yang terjadi juga dari pembakaran tembakau
tersebut) dihirup masuk ke dalam jalan napas. CO, Tar, dan Nikotin tersebut
berpengaruh terhadap syaraf yang menyebabkan : Gelisah, tangan gemetar (tremor)
Cita rasa / selera makan berkurang. Ibu-ibu hamil yang suka merokok dapat
kemungkinan keguguran kandungannya.
C. Faktor Penyebab Merokok
Merokok di kalangan pelajar khususnya
pelajar di SMKN 1 Sagaranten sepertinya sudah menjadi sebuah hal biasa. Karena
terdapat beberapa faktor yang menyebabkan siswa terpelajar membiasakan kebiasan buruk ini, faktor-faktor ini diantaranya adalah:
1.
Depresi
2.
Iseng,ingin
coba-coba
3.
Tidak ingin
diejek teman
4.
Merasa ingin
maco
5.
Pengaruh
lingkungan
6.
Kurangnya
didikan atau pengawasan dari orang tua
D. Upaya Mengatasi Kebiasaan Merokok
Kebiasaan merokok dapat diatasi dengan
memberikan pengarahan dan pengetahuan kepada para pecandu rokok tentang dampak
buruk merokok bagi kesehatan yang dirasakan sekarang atau yang akan datang.
Sebenarnya dibutuhkan sebuah kesadaran dari masing-masing orang yang merokok
bahwa merokok adalah sebuah hal yang sangat merugikan bagi diri sendiri dan
orang lain.
BAB III
PEMBAHASAN
A. Rokok dan
Reaksi Kimia (Pembakaran)
Proses
pembakaran rokok tidaklah berbeda dengan proses pembakaran bahan-bahan padat
lainnya. Rokok yang terbuat dari daun tembakau kering, kertas dan zat perasa,
dapat dibentuk dari unsur Carbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N)
dan Sulfur (S) serta unsur-unsur lain yang berjumlah kecil. Rokok secara
keseluruhan dapat diformulasikan secara kimia yaitu sebagai (CvHwOtNySzSi).
Dua reaksi yang mungkin terjadi dalam proses merokok antara lain:
Pertama adalah reaksi rokok dengan oksigen membentuk senyawa-senyawa seperti CO2, H2O, NOx, SOx, dan CO. Reaksi ini disebut reaksi pembakaran yang terjadi pada temperatur tinggi yaitu diatas 800oC. Reaksi ini terjadi pada bagian ujung atau permukaan rokok yang kontak dengan udara.
CvHwOtNySzSi + O2 -> CO2+ NOx+ H2O + SOx + SiO2 (abu) ((pada suhu 800oC)).
Dua reaksi yang mungkin terjadi dalam proses merokok antara lain:
Pertama adalah reaksi rokok dengan oksigen membentuk senyawa-senyawa seperti CO2, H2O, NOx, SOx, dan CO. Reaksi ini disebut reaksi pembakaran yang terjadi pada temperatur tinggi yaitu diatas 800oC. Reaksi ini terjadi pada bagian ujung atau permukaan rokok yang kontak dengan udara.
CvHwOtNySzSi + O2 -> CO2+ NOx+ H2O + SOx + SiO2 (abu) ((pada suhu 800oC)).
B. Rokok dan proses penguapan uap
air dan nikotin
Selain reaksi kimia, juga terjadi proses penguapan uap air dan nikotin yang berlangsung pada temperatur antara 100-400oC. Nikotin yang menguap pada daerah temperatur di atas tidak dapat kesempatan untuk melalui temperatur tinggi dan tidak melalui proses pembakaran. Terkondensasinya uap nikotin dalam gas tergantung pada temperatur, konsentrasi uap nikotin dalam gas dan geometri saluran yang dilewati gas.
Pada temperatur dibawah 100oC nikotin sudah mengkondensasi, jadi sebenarnya sebelum gas memasuki mulut, kondensasi nikotin telah terjadi. Berdasarkan keseimbangan, tidak semua nikotin dalam gas terkondensasi sebelum memasuki mulut sehingga nantinya gas yang masuk dalam paru-paru masih mengandung nikotin. Sesampai di paru-paru, nikotin akan mengalami keseimbangan baru, dan akan terjadi kondensasi lagi.
Jadi, ditinjau secara proses pembakaran, proses merokok tidak ada bedanya dengan proses pembakaran kayu di dapur, proses pembakaran minyak tanah di kompor, proses pembakakaran batubara di industri semen, proses pembakaran gas alam di industri pemanas baja dan segala proses pembakaran yang melibatkan bahan bakar dan oksigen. Sangat ironis memang bahwa manusia sangat memperhatikan keseimbangan alam akibat proses pembakaran bahan bakar oleh industri yang mengeluarkan polusi, tetapi dilain pihak orang-orang dengan sengaja mengalirkan gas produksi pembakaran rokok ke paru- paru mereka.
Selain reaksi kimia, juga terjadi proses penguapan uap air dan nikotin yang berlangsung pada temperatur antara 100-400oC. Nikotin yang menguap pada daerah temperatur di atas tidak dapat kesempatan untuk melalui temperatur tinggi dan tidak melalui proses pembakaran. Terkondensasinya uap nikotin dalam gas tergantung pada temperatur, konsentrasi uap nikotin dalam gas dan geometri saluran yang dilewati gas.
Pada temperatur dibawah 100oC nikotin sudah mengkondensasi, jadi sebenarnya sebelum gas memasuki mulut, kondensasi nikotin telah terjadi. Berdasarkan keseimbangan, tidak semua nikotin dalam gas terkondensasi sebelum memasuki mulut sehingga nantinya gas yang masuk dalam paru-paru masih mengandung nikotin. Sesampai di paru-paru, nikotin akan mengalami keseimbangan baru, dan akan terjadi kondensasi lagi.
Jadi, ditinjau secara proses pembakaran, proses merokok tidak ada bedanya dengan proses pembakaran kayu di dapur, proses pembakaran minyak tanah di kompor, proses pembakakaran batubara di industri semen, proses pembakaran gas alam di industri pemanas baja dan segala proses pembakaran yang melibatkan bahan bakar dan oksigen. Sangat ironis memang bahwa manusia sangat memperhatikan keseimbangan alam akibat proses pembakaran bahan bakar oleh industri yang mengeluarkan polusi, tetapi dilain pihak orang-orang dengan sengaja mengalirkan gas produksi pembakaran rokok ke paru- paru mereka.
C.Tar dan Asap rokok
Zat berbahaya ini berupa kotoran pekat yang dapat menyumbat dan mengiritasi paru – paru dan sistem pernafasan, sehingga menyebabkan penyakit bronchitis kronis, emphysema dan dalam beberapa kasus menyebabkan kanker paru – paru ( penyakit maut yang hampir tak dikenal oleh mereka yang bukan perokok ). Tar dan asap rokok merangsang jalan napas, dan tar tersebut tertimbun disaluran itu yang menyebabkan :
Batuk-batuk atau sesak napas
Tar yang menempel di jalan napas dapat menyebabkan kanker jalan napas,
lidah atau bibir.
Zat berbahaya ini berupa kotoran pekat yang dapat menyumbat dan mengiritasi paru – paru dan sistem pernafasan, sehingga menyebabkan penyakit bronchitis kronis, emphysema dan dalam beberapa kasus menyebabkan kanker paru – paru ( penyakit maut yang hampir tak dikenal oleh mereka yang bukan perokok ). Tar dan asap rokok merangsang jalan napas, dan tar tersebut tertimbun disaluran itu yang menyebabkan :
Batuk-batuk atau sesak napas
Tar yang menempel di jalan napas dapat menyebabkan kanker jalan napas,
lidah atau bibir.
D. Gas CO (Karbon Mono Oksida)
Gas CO juga berpengaruh negatif
terhadap jalan napas dari pembuluh darah. Karbon mono oksida lebih mudah
terikat pada hemoglobin daripada oksigen. Oleh sebab itu, darah orang yang
kemasukan CO banyak, akan berkurang daya angkutnya bagi oksigen dan orang dapat
meninggal dunia karena keracunan karbon mono oksida. Pada seorang perokok tidak
akan sampai terjadi keracunan CO, namun pengaruh CO yang dihirup oleh perokok
dengan sedikit demi sedikit, dengan lambat namun pasti akan berpengaruh negatif
pada jalan napas dan pada pembuluh darah.
BAB IV
PENUTUP
A.Kesimpulan
Melihat kenyataan yang ada pada uraian
sebelumnya, dapat dikatakan rokok itu lebih banyak dampak negatifnya dari pada
dampak positifnya. Apabila hal ini dibiarkan terus berlangsung, maka akan
mengakibatkan permasalahan yang serius pada kesehatan tubuh manusia. Dan
seharusnya masyarakat sadar akan bahaya merokok bagi kesehatan tubuh mereka. Namun
hal itu masih sulit dilakukan di Indonesia.
B.Saran
Karena merokok itu sangat berbahaya bagi kesehatan, hendaknya para
perokok meninggalkan kebiasaan merokok
nya, supaya kesehatan tetap terjaga dan nanti nya menjadikan tubuh yang sehat,
bugar dan terhindar dari penyakit yang dapat mengancam nyawa.
DAFTAR
PUSTAKA
http://pratiwirandukan.blogspot.com/2013/02/karya-tulis-ilmiah-bahaya-merokok.html
No comments:
Post a Comment